Memeluk Pohon

Memeluk Pohon

Bel istirahat berbunyi, hampir setengah isi kelas telah berlalu, memenuhi ruang-ruang sudut sekolah yang menjadi favorit mereka. Kantin, lapangan, perpustakaan, atau hanya sekadar di koridor. Tetapi Lena, anak baru yang selalu sibuk dengan dunianya sendiri, masih dengan kebiasaan yang sama. Duduk di tempatnya menarikan jemari di atas laptop mungil, dan makan seadanya dari kotak bekal …

Baca Selengkapnya Memeluk Pohon

Praktik Literasi yang Ideologis

Praktik Literasi yang Ideologis

Rie rie, seorang pekerja asing berusaha menggeser paradigma perihal buruh migran Indonesia (BMI) di Hongkong. Di sela-sela kesibukan rumah tangga yang dibebankan kepadanya, ia memanfaatkan waktu yang sedikit untuk menulis di blog. Kadang menulis dilakukan di waktu sedang masak atau mengurusi hal lain. Selain Rie rie, ada pula BMI yang lain, yang justru harus menyembunyikan …

Baca Selengkapnya Praktik Literasi yang Ideologis

Berteduh Sembari Bermain di Dante Pine

Berteduh Sembari Bermain di Dante Pine

Karakteristik alam Enrekang yang berbukit-menjulang menyuguhkan panorama alam yang permai. Kawasan yang hijau tampak asri nan adem. Salah satu yang eksotis dipandang ialah hamparan Buttu Kabobong dan sekitarnya. Keelokan tersaji saat melintasi jalan poros menuju ke Toraja-Makassar, seakan melambai untuk dijamu. Pesona itu kian memukau terlihat dengan hadirnya wahana berekreasi. Tidak saja dinikmati di warung …

Baca Selengkapnya Berteduh Sembari Bermain di Dante Pine

Membangun Cita-cita Lewat Buku di Pelosok Kampung

Membangun Cita-cita Lewat Buku di Pelosok Kampung

Matahari sudah menyengat kepala. Satu persatu relawan yang tergabung dalam komunitas Galeri Macca (GM) mulai bermunculan. Buku-buku hasil donasi yang sudah dikemas dalam kardus dan segala peralatan untuk nonton film seperti mesin generator listrik diikat di beberapa motor relawan. “Teman-teman, motornya diatur di pinggir jalan. Motor pembawa bendera dan mesin genset di depan,” seru Naim …

Baca Selengkapnya Membangun Cita-cita Lewat Buku di Pelosok Kampung

Menengok Pengembangan Kebun Raya Massenrempulu

Menengok Pengembangan Kebun Raya Massenrempulu

Di pagi yang mendung, minggu (20/8/2017), saat memasuki gerbang Kebun Raya Masserempulu Enrekang (KRME), Desa Batu Mila, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, saya seolah disambut oleh sekawanan orang yang terlihat berkaos event. Mereka tampak mengarahkan suatu kegiatan. Benar saja, saat saya melangkah masuk, beberapa orang sedang mengayuh sepeda keluar dari lokasi kebun raya mengikuti …

Baca Selengkapnya Menengok Pengembangan Kebun Raya Massenrempulu

Panggung Malam Pembebasan

Panggung Malam Pembebasan

Puisi, sejatinya adalah benturan kata-kata yang bersenyawa dengan rasa. Puisi menjadi ritme dan intonasi bertuturnya kehidupan. Pada akhirnya semua tak bisa membubarkan diri dari intrik sastrawi. Hewan, manusia, tumbuhan, bahkan Tuhan pun berpuisi melalui kalam-kalam-Nya (al-Quran). Begitulah puisi dimaknai oleh para santri-santriwati Rahmatul Asri Maroangin Enrekang di panggung Malam Puisi, Sabtu, 5 Agustus 2017. Mereka …

Baca Selengkapnya Panggung Malam Pembebasan

Trip Nating dan Angin-Angin

Trip Nating dan Angin-Angin

Menebar Mimpi, Menyebar Ruang Baca Dusun Nating, kecamatan Bungin, Enrekang, memiliki daya tarik alam yang belum banyak disambangi orang. Letaknya berada diatas ketinggian 1.400 mdpl, seakan bersembunyi di balik gunung dan kehijauan yang terhampar. Udaranya sejuk memancarkan kesegaran. Tentu di balik itu, tanah Nating menyimpan hasil alam dan kearifan lokal yang mampu membuat betah dan …

Baca Selengkapnya Trip Nating dan Angin-Angin

Puisi Pembacaan

Puisi Pembacaan

Ada Apa dengan Buku Hei, kawanku yang literat Di malam ini, dibawah tenda Ada cahaya literasi Cahaya itu bukan yang ada diatas kepalaku Tapi apa yang ada disana duduk sembari membaca Sembari mendengar pembacaan Kematian Sebuah Buku Kala buku merebut ruang Kala membaca menjadi menu harian Kala beraksara milik kita Maka terbangunlah peradaban aksara Tak …

Baca Selengkapnya Puisi Pembacaan

Nyanyian Alam

Nyanyian Alam

Samsul dan Midah saling memandang. Semua kata dan kalimat enggan meluncur dari keduanya. Mereka tampak kaku, seolah baru kali ini bertemu tapi malu menyapa. Tatapan yang sayu dan lusuh. Ibarat cermin, Samsul melihat duka ketika menatap ibunya yang tua, lemah, dan jadi satu-satunya keluarga yang tersisa hanya dalam waktu delapan jam yang lalu. Sisanya, termasuk …

Baca Selengkapnya Nyanyian Alam